R-fantasy project p.1 ©sarahmad0123

R-FANTASY PROJECT

[NEW STORY]

GENRE:  ROMANCE – SCHOOL LIFE – SLICE OF LIFE

©sseongryul's instagram

Mina, Kang Mina. Nama lahirnya Matsuzaki Mina, Ayahnya orang Jepang dan Ibunya orang Korea Selatan. Mina lahir di salah satu kota di Jepang, namun karena orangtuanya yang selalu sibuk pulang pergi berbisnis, Mina, sang anak semata wayang di tempatkan di Seoul, kota kelahiran Ibunya (mother's hometown). Sejak kecil Mina fasih berbahasa Jepang dan Korea, selain itu dia sangat tertarik dengan ilmu bisnis dan memiliki kreatifitas tanpa batas.


Ayahnya menuntut Mina untuk mencari biaya hidup sendiri dan harus cerdas dalam memecahkan masalah kehidupan terutama keuangan, Sang Ayah berharap suatu saat nanti putrinya bisa sukses dalam meniti karir seperti dirinya. Orangtua Mina mempercepat rencana pembelian rumah baru di Seoul agar bisa dihuni untuk Mina selama dia di sana. Mereka tidak memberikan fasilitas lain, hanya rumah dan beberapa pekerja bawahn Ayahnya untuk membantu mengurus rumah. Mina menjadi anak rantau yang terbilang berada, dia resmi menjadi siswi di SMA Goryeo tahun pertama, dia lulus test dan langsung membayar uang muka full sampai lulus.


Ide yang dia dapat untuk mencukupi keuangannya cukup cerdas, rumahnya yang luas itu ia jadikan sebagai objek  bisnis,  isi rumah memiliki lima kamar tidur dan di setiap kamarnya terdapat toilet. Dia mempromosikan rumahnya sebagai tempat penginapan ke internet, berkisar antara tiga puluh sampai dengan harga lima puluh juta rupiah per bulannya, dia juga memberi opsi harga perhari bagi orang asing yang tersesat di Seoul.


Sebulan kemudian,


Kring kring kring!


Bunyi telepon penginapan di ruang tamu yang telah diubah menjadi mini lobi berdering 3 kali berturut-turut,


"Ojichan! Telefonnya!"

*ojichan = paman*


"Ojichan!  Telefonnya berdering!"


Anehnya penjaga lobi dan Paman Hato tidak ada disana sore itu, Mina yang mendengar panggilan dari ruang tengah terpaksa mengangkatnya. Berharap bukan panggilan usil yang baru-baru ini terjadi. 


"Moshi moshi, Pazuruhausu sutei-tsuki desu. Ada yang bisa kami bantu?"


"Ca.. Can you.. Speak korean?"


"Hanguk saramiyeyo?"

*anda orang korea?


"Penginapan Susukkekki ye jib imnida, ada yang bisa kami bantu?"


"Malam ini apa ada kamar kosong? Berapa harganya?"


Suara dari telefon itu terdengar seperti pria yang terengah-engah.


"Hmm, iya ada. Malam ini ada. Untuk berapa hari jika boleh tahu? Ah ini dengan siapa? Sebutkan nama anda? Anda harus mengisi formulir secara online di website kami atau anda langsung datang kemari untuk mengisinya sebelum diterima di penginapan kami"


"Lokasinya dimana?"


"Bagaimana?"


"Lokasi kami di Seoul, Apgujong-ryeo no.46 di depan hotel Seoul City Park, anda bisa menggunakan bus sampai di hal.."


Tut tut tut tu..t


"Wah!? Jadi seperti ini rasanya menerima oanggilan telefon dari pelanggan, Hato ojichan sangat hebat!"


"Eh?"


Mina mulai mengerutkan dahinya setelah itu.


"Pelanggan tadi adalah pria? Tidak mungkin! Bisa saja dia adalah ayah yang tersesat bersama anaknya di jalanan Seoul. Eyyy"


Bisnis penginapan Mina, ia beri nama RIDDLE. Riddle House, (パズルハウスイン) pazuru hauseuin dengan tulisan kanji. Banyak pelanggan yang tertarik dengan penginapan tersebut melalui online diskusi anak remaja ikarenakan konsepnya yang diperuntukan hanya untuk orang lanjut usia (nenek dan kakek). Banyak dari remaja-remaja di Korea merekomendasikan penginapan tersebut kepada nenek dan kakeknya dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang kaya, karena mengingat harganya yang tidak sesuai dengan saku orang lokal. 

Comments

Popular posts from this blog

R-fantasy project p.2 ©sarahmad0123